Langsung ke konten utama

Postingan

Doa Demi Kedamaian - Minggu 22 Mei 2011

Tuhan damai sejahtera dan segala kemungkinan, Pencipta, Penebus dan Yang Menyucikan: Kami mendekat kepadaMu untuk meminta sekali lagi rahmatMu, ampunanMu, dan sebuah awal yang baru. Kami meminta pertolonganMu bagi kami untuk memberikan adanya kesempatan bagi kedamaian, di dunia ini. Kami hendak memberikan kesempatan bagi kedamaian, namun kami telah kehilangan banyak kesempatan. Kami telah merusakkan banyak inisiatif; daripada mengatasi kejahatan dengan kebaikan, kami telah diam saja ketika kebaikan terjajah. Ampuni kami, TUHAN. Dona nobis pacem: Berikanlah kami kedamaian, kami memohon. Seperti kami menyatakan pengampunanMu, kami juga menyatakan saat ini dalam nama kedamaian. Kami menerima lagi tanggungjawab kami sebagai pembawa damai dan pencipta keadilan. Kami bersyukur atas Dekade untuk Melawan Kekerasan, bersyukur atas pekerjaannya meningkatkan kesadaran kami dan kerinduan kami atas kedamaian. Dan masih, kami mengaku bahwa lebih banyak lagi yang kami perlukan bila kami hendak me
Postingan terbaru

Merry Christmas

sudah begitu lama saya tidak menulis apapun di blog ini, memang, kesibukan dan adaptasi di awal-awal perkuliahan membuat saya tidak begitu aktif menulis lagi. Kemarin malam saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah perayaan malam natal di sebuah gereja di Bandung, tepatnya di daerah Jalan Cikapayang, Dago. GII Hok Im Tong (saya tidak tahu apa artinya Hok Im Tong) menjadi tempat dimana saya beribadah minggu dan ibadah pra natal akhir-akhir ini. Sebuah khotbah mengenai Chronos dan Kairos [beberapa kata yang tentunya sudah sering kita dengar dalam Pendalaman Alkitab], khususnya anugerah menerima Kairos yang didapatkan oleh orang-orang majus, memberikan pemahaman baru tentang etos kerja bagi saya. Teologi Stewardship yang sering saya dengar, mengutamakan profesionalitas atas bekerja, doing best before God. Dan dengan memahami bahwa Chronos adalah sesuatu yang harus kita gunakan secara maksimal, dan memahami kairos serta menggunakannya [tidak menyia-nyiakannya] Karena anugerahl

Konsili Nicea vs The Da Vinci Code (PART II)

Karena Konsili Nicea adalah sebuah pertemuan penting pada masa gereja awal, untungnya kita mempunyai sebagian informasi mengenainya dalam dokumen kuno, termasuk teks-teks dari konsili setelahnya dan risalah-risalah. Seperti banyak orang, Sophie Neveu hanya mengetahui Konsili Nicea karena syahadat Nicea yang terkenal itu, pernyataan iman yang dikeluarkan oleh Konsili Nicea, yang merefleksikan keputusan (dengan mayoritas yang besar sekali) bahwa Yesus itu Ilahi dalam derajat yang sama dengan Bapa, dan bukan makhluk Ilahi yang diciptakan.   Syahadat Nicea Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan; dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat ( homousion ) dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manu

Konsili Nicea vs The Da Vinci Code (PART I)

  Konsili Nicea (325 M) adalah sebuah pertemuan penting diantara 300 uskup dari seluruh kekaisaran Romawi yang berkumpul untuk mendiskusikan perkara Teologi dan Andministrasi. Da Vinci Code membuat klaim-klaim dramatis mengenai hal yang terjadi pada saat konsili yang kebanyakan tidak akurat.    Dalam bab 55, Sir Leigh Teabing menjelaskan kepada Sophie Neveu bagaimana gereja mula-mula mengumpulkan kekuatan dengan menghancurkan dewi-dewi (sacred feminine) dan membuat Yesus sang nabi biasa menjadi makhluk Abadi (divine being). Meskipun statusnya sebagai seorang “Sejarahwan Kerajaan (Royal Historian)”, Teabing tidak mengetahui sejarahnya dengan baik.   The Da Vinci Code   Konstantinus butuh untuk memperkuat tradisi baru Kristen, dan menyelenggarakan sebuah pertemuan Ekumenis yang dikenal sebagai Konsili Nicea Pada pertemuan ini, banyak aspek-aspek dalam Kekristenan diperdebatkan dan melakukan pemilihan – tanggal Paskah, tugas-tugas Uskup, administrasi sakramen, dan tentunya, status keIl

Natal - Dewa Matahari - Kristus - Sol Invictus

Tuduhan seperti ini sering dilancarkan untuk menuduh bahwa kristen itu aslinya adalah pagan. Mari kita lihat. Tuduhan ini adalah salah satu favorit serangan dari Polemis Yahudi dan Islam. Pada tahun 336 gereja di Roma menyatakan bahwa 25 Desember sebagai Dies Natalis Christi, "ulang tahun Kristus." Tulisan dalam Kronograf 354, atau Kalender Philocalian, mencatat, "Tuhan kita Yesus Kristus lahir pada hari kedelapan pada bulan sebelum Januari" , atau 25 Desember. Hal ini tidak menyatakan bahwa perayaan Natal sedang dicari tahu waktu tepatnya pada tanggal tersebut, tetapi kita cukup yakin bahwa penelitian mengenai Natal, dimulai di Roma sekitar waktu ini. "Perayaan Natal merupakan acara penginjilan yang efektif untuk mengubah hati dan pikiran orang-orang kepada Kristus dan jauh dari pemujaan Sol." St. Yohanes Krisostomos Satu generasi setelah kronograf itu diterbitkan, bapa gereja Yohanes Krisostomos (c. 347-407) menulis bahwa Rom

Mengapa Merespon?

Ada beberapa orang, dan khsusnya ibu saya yang sering berkata kepada saya: "Jangan kau ladeni" "Buang waktu aja kau! Gak takut nanti kau didatanginya?" Sebelumnya saya ingin menyatakan sesuatu yang belum pernah saya katakan secara verbal. Adidas Response - wah OOT Saya tidak dilahirkan sebagai seorang Kristen, tidak. Pada saat saya lahir tidak ada syahadat yang diucapkan oleh saya pribadi maupun dari orang tua kepada saya untuk saya ulangi, itu tidak pernah ada. Tidak pernah ada orang yang terlahir sebagai Kristen , seseorang menjadi Kristen atas kesadaran pribadinya dan atas pertobatannya, baptisan kecil yang diterima, tidak lebih dari komitmen kedua orangtua dalam membesarkan seorang anak dalam agama yang dipegang oleh keluarga saja, tidak lebih. Lalu apa yang membuat saya mau meresponi serangan-serangan yang ditujukan? Nah, manusia adalah makhluk yang memiliki akal budi, memiliki inteligensia dan kesadaran moral. Setelah saya memiliki kesadaran sebagai o

Διδαχη - Kitab Didache

Διδαχη κυριου δια των δωδεκα αποστολων τοις εθνεσιν. Ajaran Tuhan kepada Bangsa-bangsa Melalui Dua Belas Rasul   Didache pasal 1:     οδοι δυο εισι, μια της ζωης και μια του θανατου, διαφορα δε πολλη μεταξυ των δυο οδων Ada dua jalan, yaitu jalan kehidupan dan jalan kematian. Perbedaan antara kedua jalan itu sangat besar. η μεν ουν οδος της ζωης εστιν αυτη, πρωτον αγαπησεις τον θεον τον ποιησαντα σε δευτερον τον πλησιον σου ως σεαυτον, παντα δε οσα εαν θελησης μη γινηεσθαι σοι, και συ αλλω μη ποιει.   Jalan kehidupan adalah berikut ini: Pertama, kasihilah Tuhan, Penciptamu. Kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri, dan segala sesuatu yang kamu tidak inginkan dilakukan terhadap kamu, janganlah kamu melakukannya terhadap sesamamu.   τουτων δε των λογων η διδαχη εστιν αυτη, ευλογειτε τους καταρωμενους υμιν και προσευχεσθε υπερ των εχθρων υμων, νηστευετε δε υπερ των διωκοντων υμας, ποια γαρ χαρις, εαν αγαπατε τους αγαπωντας υμας? ουχι και τα εθνη τουτο ποιουσιν, υμεις